Loading...

warung terkenal dan gerombolan lalat

kesempatan emas untuk berkunjung di kota besar itu dan saya bergegas menuju warung makan yang sangat terkenal, saya termakan kabar kelezatannya. namun langkahku terhenti, perlahan bau busuk itu makin jelas tercium. walau cukup jauh dari sumbernya, saya sangat yakin bahwa yang saya lihat itu memang kotoran. segerombolan lalat (musca domestica) sibuk mengelilinginya. lalat-lalat itu beraneka ragam bentuk dan usia, kurus, gemuk, tua dan muda.

saya berpikir sejenak, teringat bahwa musca domestica ini adalah vector penting dalam penyebaran penyakit. ah, sayang sekali saya terpaksa mengurungkan niat untuk mencoba kenikmatan makanan di warung itu. sayang sekali warung itu tidak serius untuk membersihkan lingkungannya dari kotoran di sekitarnya. saya tidak mau tertular penyakit yang dibawa oleh gerombolan lalat-lalat itu.

saya memutar langkah. saya memutuskan untuk mencari warung lain, bebas dari potensi serangan musca domestica yang sudah hinggap di kotoran tadi.

mungkin saya tidak akan bisa seperti teman-temanku. bercerita tentang kehebohan dari nikmatnya makanan di warung itu. saya juga mungkin akan dicemoh orang lain sebagai orang yang sok higienis. biarkan sajalah.

memang akan membutuhkan tekad untuk mencari warung yang benar-benar higienis, dan mungkin tidak pernah ada. tapi kenyataan bahwa ada kotoran disekitar warung itu, dan gerombolan lalat-lalat yang setia di situ, membuat saya yakin untuk tidak makan di situ.

biarlah rasa lapar ini tetap ada, saya tetap berbalik dan melangkah jauh dari warung, kotoran dan gerombolan lalat itu.

By | 2017-07-01T13:13:58+00:00 June 20th, 2017|renungan|Comments Off on warung terkenal dan gerombolan lalat
%d bloggers like this: