Loading...

tupai yang terjatuh

aku sedang duduk menikmati kicauan burung di bawah pohon rindang sambal bersenandung kecil, entah lagu apa. iramanya sedikit menghentak-hentak tapi penuh harmonisasi. sedikit falsetto yang hampir fals juga keluar dari mulutku. rasanya seperti artis-artis yang lagi bercokol di tangga lagu paling atas. asik.

beberapa dahan diatasku seperti berontak, menari tidak karuan. jangan-jangan karena senandungku ini ternyata fals di kuping makhluk-makhluk di pohon ini, pikirku. kemudian terlihat olehku seekor tupai, yang terburu-buru melompat ke sana kemari sambil berteriak-teriak. sayangnya saya tidak mengerti bahasanya. yang kutahu, dia mengeluarkan suara yang tidak enak dengan nada keras. anehnya, matanya melotot ke arahku.

bah, apa salahku?

dia mendekat tapi tetap bergelantung di dahan di atasku, matanya tetap melotot dan suaranyapun makin nyaring.

bah, ada apa ini? gumamku.

tak lama berselang, tiba-tiba muncul tupai lain, bulunya lebih terang dan bahasanya agak berbeda dengan tupai yang sedang melotot itu. tapi ada kesamaan antar kedua tupai itu, mereka sedang teriak-teriak dan mata mereka terbelalak bulat penuh ke arah ku. mereka dengan kompak melempariku dengan biji-bijian yang mereka bawa.

bah, apa pula ini? pikirku.

untung ada satu ranting yang cukup besar disampingku. segera ku lempar ke arah kedua tupai berisik itu. mereka terbirit-birit kabur melompat ke dahan yang lebih tinggi. tapi mereka sial, kayu dan lemparanku cukup presisi mengenai keduanya. merekapun jatuh terkapar, tapi mata mereka tetap melotot ke arahku.

bah, apa maumu? tanyaku.

aku kembali duduk bersenandung dengan laguku. biarlah tupai itu terkapar beku, aku tidak mau tahu.

sering kejadian memang, di kehidupan nyata ada tabiat orang-orang seperti kedua tupai yang super ngotot dan berisik itu. mereka berpikir karena mereka tupai, tentu mereka sangat mahir untuk melompat ke sana kemari seenak udel, dan berteriak ke sana kemari tidak jelas. itu karena mereka mengklaim mereka punya keahlian atau kekuasaan atau dekingan tertentu sehingga mereka leluasa melempari dan melukai kita. tapi mereka lupa, walau mereka tupai yang pintar melompat sekalipun akan jatuh dengan lemparan presisi seperti lemparanku. mereka tidak akan bisa menghindar dan melompat sesukanya dan mereka akan berhenti melempariku. orang-orang seperti itu tidak akan pernah bisa menghindar dari kayu yang dilempar dengan presisi tinggi itu. kayu itu adalah fakta kebenaran.

tapi kita harus tetap waspada, orang lain yang lewat pohon itu akan melihat tupai-tupai yang terkapar itu. sering tanpa bertanya, orang akan langsung mencerca kenapa ada yang iseng menjatuhkan tupai-tupai itu. mereka tidak peduli apa fakta di belakang itu. lebih ironis lagi, orang-orang yang mendukungnya akan kebakaran jenggot dan mencatat, bahkan mungkin mereka akan menyuruh tupai-tupai lain atau mereka sendiri turun untuk melempari atau melukai kita. zaman sudah tambah edan memang.

By | 2017-07-10T11:38:58+00:00 June 21st, 2017|renungan|Comments Off on tupai yang terjatuh
%d bloggers like this: