Loading...

pondasi yang retak

gemerincing pasir beradu
berbongkah-bongkah semen tertuang
ayunan tangan sibuk mengaduk
jangan sampai adonan nanti terbuang

teriakan-teriakan ritmik para tukang
bersiliweran ember semen tangan ke tangan
lantai demi lantai sudah menunggu giliran
demi sebuah gedung yang mengagumkan

tak terhitung sudah berapa uang
yang ke luar demi satu tujuan
ribuan orang tetap teguh berjuang
tak terkira tenaga yang sudah dikeluarkan

para mandor bangunan memacu semangat
peluh mengalir membanjiri badan
siang malam buruh bulatkan tekat
demi sebuah gedung idaman

kasihan para buruh dan sang mandor
ada retakan besar di pondasi bangunan
semangat mereka langsung kendor
usaha mereka hancur berantakan

semuanya harus dimulai dari awal
perbaiki pondasi atau robohkan bangunan
keduanya sudah tidak masuk akal
namun sekarang tidak ada pilihan

hancurlah gedung idaman
lupakanlah tenaga, waktu dan uang
semangat pun habis terbuang
pondasi tidak kuat menahan beban

siapatah yang merancang bangunan
sadarkah dia keseluruhan beban
hingga pondasi tidak sanggup menahan
gedung idaman menuju kehancuran

By | 2017-07-10T11:38:13+00:00 June 22nd, 2017|puisi, renungan|Comments Off on pondasi yang retak
%d bloggers like this: