Loading...

di timur mentari terbenam

riuh-rendah itu makin menjadi
suara-suara sumbang silih berganti
panakawan jadi terdakwa lagi
dia mencoba menguatkan diri

sangkakala tertiup kencang
sang raja berkata dengan lantang
raut mukanya ikut tegang
keluar fatwa tanpa bisa ditantang

panakawan terdiam seribu basa
dia sadar hanya seorang hamba
walau dia mahir mendidik kesatria
ilmunya dalam tapi tanpa kuasa

panakawan mencoba berbicara
tau akan dibentak oleh sang raja
dia tetap kemukakan fakta
memberi masukan untuk baginda

fatwa kembali membahana
mata bulat serta kerut di dahinya
pertanda fatwa mutlak adanya
punakawan mundur seketika

raga terdiam tanpa sukma
jiwa terguncang digilas asa
punakawan tak ada artinya
saran terkapar karena fatwa

mentari turut berduka
di timur tidak terlihat cahaya
purnama pun kembali terjaga
hari yang baru tidak segera tiba

By | 2017-07-10T11:36:08+00:00 June 23rd, 2017|puisi, renungan|Comments Off on di timur mentari terbenam
%d bloggers like this: