kopi tam tararam tam

kau memang nakal kau berhasil membuatku tergoda kepahitanmu menjadikanku binal menyeruputmu menampar rasa kau memang handal tak kuat aku untuk menghindar rayuanmu mengoyak akal lenyap habis tanpa aku sadar

By | 2017-07-09T05:06:33+00:00 July 2nd, 2017|puisi|Comments Off on kopi tam tararam tam

hingga nanti

Hingga Nanti biarlah jiwa memendam rasa kukunglah asa dengan karsa berdiamlah dan renungkanlah hingga nanti di suatu masa bisikkanlah kepada angin getarkanlah jangan sampai bersuara rasakanlah hembusannya yang dingin hingga nanti di suatu masa kepalkanlah tanganmu pukulkan dada teriakkanlah hanya ke dalam sukma kunyah dan telanlah hingga tak bersisa hingga nanti di suatu [...]

By | 2017-07-10T11:13:46+00:00 July 1st, 2017|puisi|Comments Off on hingga nanti

di timur mentari terbenam

riuh-rendah itu makin menjadi suara-suara sumbang silih berganti panakawan jadi terdakwa lagi dia mencoba menguatkan diri sangkakala tertiup kencang sang raja berkata dengan lantang raut mukanya ikut tegang keluar fatwa tanpa bisa ditantang panakawan terdiam seribu basa dia sadar hanya seorang hamba walau dia mahir mendidik kesatria ilmunya dalam tapi tanpa kuasa panakawan mencoba [...]

By | 2017-07-10T11:36:08+00:00 June 23rd, 2017|puisi, renungan|Comments Off on di timur mentari terbenam

pondasi yang retak

gemerincing pasir beradu berbongkah-bongkah semen tertuang ayunan tangan sibuk mengaduk jangan sampai adonan nanti terbuang teriakan-teriakan ritmik para tukang bersiliweran ember semen tangan ke tangan lantai demi lantai sudah menunggu giliran demi sebuah gedung yang mengagumkan tak terhitung sudah berapa uang yang ke luar demi satu tujuan ribuan orang tetap teguh berjuang tak terkira [...]

By | 2017-07-10T11:38:13+00:00 June 22nd, 2017|puisi, renungan|Comments Off on pondasi yang retak